Polisi Polsek Kenduruan Polres Tuban Turun ke Ladang, Dukung Ketahanan Pangan Warga Sidomukti

TUBAN, Kenduruan,- Di tengah terik matahari Kenduruan, Kamis pagi itu suasana Desa Sidomukti terasa berbeda. Bukan razia atau patroli biasa yang terlihat, melainkan deretan aparat kepolisian yang ikut jongkok di pematang, memeriksa daun jagung satu per satu bersama para petani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Astacita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Karo SDM Polda Jatim KOMBES POL. Sih Harno, S.H., M.H., Kapolres Kota Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.TR., OPSLA, dan Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P.
Yang paling menyita perhatian warga adalah kehadiran AIPTU Poniman. Sebagai Polisi RW sekaligus Petugas Polmas Desa Sidomukti, ia bukan orang baru di sawah ini. Hampir setiap minggu ia mampir, bukan untuk menegur, tapi untuk bertanya: “Jagungnya sudah dipupuk belum, Pak? Ada hama tidak?”
“Ini bukan sekadar jagung. Ini harapan keluarga di Sidomukti untuk setahun ke depan,” ujar AIPTU Poniman sambil membersihkan gulma di sela tanaman milik Pak Sutrisno, salah satu petani setempat.
Komitmen itu juga ditegaskan oleh para pimpinan. KOMBES POL. Sih Harno menyampaikan bahwa Polri tidak bisa hanya menunggu di kantor. “Ketahanan pangan dimulai dari desa. Kalau petani semangat, negara kuat. Tugas kami mendampingi, mendengar, dan membantu mencarikan solusi,” katanya.
Senada, KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan menambahkan bahwa program ini adalah bentuk nyata Polri hadir di tengah masyarakat. “Kami ingin polisi dirasakan manfaatnya langsung. Mulai dari keamanan, sampai ikut menjaga lumbung pangan warga,” ujarnya.
AKP Teguh Triyo Handoko menyebut kegiatan pengecekan ini akan terus dilakukan secara rutin. Polsek Kenduruan juga berencana menggandeng penyuluh pertanian untuk memberikan edukasi terkait perawatan tanaman dan antisipasi gagal panen.
Bagi warga Sidomukti, kehadiran polisi di ladang memberi rasa lega tersendiri.
“Biasanya lihat polisi itu tegang. Sekarang malah diajak ngobrol pupuk dan curah hujan. Rasanya lebih dekat,” ucap Bu Marni, petani yang lahannya juga ikut dicek.
Di akhir kegiatan, anggota Polsek Kenduruan berfoto bersama petani, dengan latar belakang hamparan jagung yang mulai menghijau. Bukan seremoni, tapi bukti bahwa menjaga negara bisa dimulai dari menjaga satu batang jagung di desa.
Program ketahanan pangan ini diharapkan menjadi penguat ekonomi warga sekaligus wujud nyata Polri mendukung Astacita: membangun dari desa, untuk Indonesia yang berdaulat di bidang pangan. (eko/wono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *