TUBAN, Kenduruan,- Di tengah terik matahari Sabtu pagi, 25 Juli 2026, dua anggota Polsek Kenduruan terlihat berjalan menyusuri pematang sawah. Bukan sedang patroli biasa. AIPTU Khanif Irawan, S.H. dan AIPTU Widiatmiko datang untuk melihat langsung bagaimana jagung milik warga tumbuh.
Kegiatan sederhana itu bagian dari komitmen besar: mendukung program ketahanan pangan nasional dalam rangka Astacita Presiden RI H. Prabowo Subianto.
“Kalau tanamannya bagus, perut warga aman. Kalau perut aman, situasi kamtibmas juga ikut kondusif,” ujar AIPTU Khanif sambil menepuk-nepuk daun jagung setinggi dada orang dewasa di lahan milik Pak Sunarjo petani di wilayah Kenduruan.
Kehadiran polisi di ladang bukan tanpa alasan. Arahan itu datang langsung dari jajaran atas. Karo SDM Polda Jatim KOMBES POL. Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolres Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr, Opsla, dan Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P., terus mendorong personelnya untuk hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya di kantor, tapi juga di sawah, di kebun, di tempat warga mencari nafkah.
Bagi AIPTU Widiatmiko, mengecek tanaman berarti juga mendengar keluh kesah. Di sela-sela mengecek batang jagung, ia ngobrol dengan para petani soal pupuk, air, dan hama.
“Pak, kendalanya apa? Ada yang bisa kami bantu koordinasikan ke dinas pertanian?” tanyanya kepada sekelompok petani yang sedang membersihkan gulma.
Para petani menyambut hangat. Mereka mengaku senang didatangi polisi yang tidak hanya bicara hukum, tapi juga ikut peduli dengan hasil panen.
“Biasanya polisi datang kalau ada masalah. Ini malah nanya jagung kita. Jadi semangat, Pak,” kata Pak Sunarjo sambil tersenyum.
Program ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas. Di Tuban, jajaran Polres berkomitmen mengawal dari hulu. Mulai dari memastikan lahan produktif, mendampingi petani, hingga menjaga agar distribusi hasil pertanian berjalan aman.
AKP Teguh Triyo Handoko menegaskan, ketahanan pangan adalah bagian dari tugas menjaga negeri.
“Polri hadir untuk melindungi dan melayani. Saat ini salah satu bentuk pelayanan itu adalah memastikan lumbung pangan rakyat tetap kuat. Kalau petani sejahtera, desa kuat. Desa kuat, negara kuat,” ujarnya.
Cek tanaman jagung hari itu ditutup dengan foto bersama dan janji untuk kembali lagi saat panen tiba. Tidak ada seremoni. Hanya obrolan, tawa, dan lumpur di ujung sepatu.
Karena kadang, menjaga keamanan negara dimulai dari memastikan sebutir jagung bisa tumbuh dengan baik. (eko/wono)
