Setwlah dilakukan penelusuran oleh anggota Polsek Senori didampingi Perangkat Desa Katerban, diketahui lokasi yang terbakar adalah lahan tebu milik warga setempat. Pembakaran lahan tersebut memang disengaja oleh pemilik sebagai proses percepatan pertumbuhan tunas baru setelah proses panen tebu selesai.
Kepala Desa Katerban Karsipin membenarkan adanya pembakaran lahan tebu diwilayah desa yang dipimpinnya, pembakaran tersebut dilakukan oleh pemilih lahan tebu sebagai proses untuk percepatan pertumbuhan tunas baru setelah tanaman tebu dipanen. Hal ini sudah sesuai dengan prosedur oleh perusahan yang bekerjasama dengan pemilik lahan.
“Proses pembakaran diawasi oleh pemilik lahan dan penggarap lahan tebu sehingga aman dan api tidak menjalar kemana-mana,” jelas Karsipin.
Dilokasi berbeda Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., melalui Kapolsek Senori Iptu Sudjarwo, S.H., mengatakan pengecekan hot spot titik api yang dilaksanakan oleh anggotanya merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri bersama masyarakat dalam mencegah Karhutla.
“Kami tidak ingin kejadian kebakaran lahan terjadi di wilayah KecamatanSenori. Melalui pengecekan hot spot ini, kita bisa deteksi dini dan segera lakukan pemadaman jika ada titik api kecil,” jelasnya.
Dengan adanya patroli dan pengecekan secara rutin, diharapkan wilayah Kecamatan Senori tetap aman dari bencana Karhutla. Polri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan demi kelestarian lingkungan, tambahnya.



