TUBAN, Kenduruan,– Kebakaran kandang ayam terjadi di Dusun Soko, Desa Soko Grenggeng, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp997 juta.
Kebakaran diketahui setelah Siti Asiyah, salah seorang warga, terbangun dan melihat adanya api di kandang ayam milik Suwandi. Saat itu, penjaga kandang bernama Hartono juga berada di lokasi dan berupaya menyelamatkan diri menggunakan sepeda motor.
Namun, api semakin membesar sehingga Hartono kembali berupaya membantu proses pemadaman. Dalam kejadian tersebut, Hartono mengalami luka bakar sekitar 9 persen dan kemudian dibawa ke RSUD dr. R. Ali Manshur Jatirogo untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas Polsek Kenduruan bersama Damkar kemudian mendatangi lokasi dan melakukan proses pemadaman. Saat petugas tiba, api telah berhasil dipadamkan.
Kapolresta Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr., Opsla, melalui Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P. mengatakan, berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi, kebakaran diduga berasal dari pemanas yang menggunakan bahan bakar briket dengan tungku kaleng (seng).
“Kami telah melakukan pemeriksaan di TKP, meminta keterangan para saksi, membantu proses pemadaman serta melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujar Kapolsek Kenduruan.
Kandang ayam yang terbakar diketahui berukuran sekitar 80 x 9 meter, terbuat dari kayu jati beratap seng. Akibat kejadian tersebut, bangunan kandang mengalami kerugian sekitar Rp700 juta, sementara ayam, DOC, dan obat-obatan ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp282,147 juta.
Selain itu, satu unit sepeda motor Honda Scoopy milik Hartono turut mengalami kerusakan dengan kerugian ditaksir sekitar Rp15 juta. Dengan demikian, total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp997,147 juta.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa atau meninggal dunia. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian kebakaran tersebut. (eko/wono)




